Menjadi Mahasiswa yang Sesungguhnya

 

Hai teman teman, nama aku Salvalynda Riana Putri. Usia aku 18 tahun, sekarang aku berkuliah di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, orang orang menyebutnya Uhamka. Disana aku mengambil program studi Teknik Informatika. Aku berkuliah disana karena dekat dengan rumah, lalu aku mendapatkan potongan harga yang menurutku lumayan, jadi aku memutuskan untuk melanjutkan belajarku disana, apalagi disana juga merupakan kampus islam, jadi aku bisa sekalian belajar agama islam disana. 

Disini aku mau ceritain soal program pertama yang dibuat oleh Uhamka sebagai salah satu pembentukan diri memasuki kampus ini. Nama programnya adalah Baitul Arqam, program ini berjalan selama tiga hari dua malam dimana acara dimulai pada hari jum'at hingga hari minggu. Program ini juga memiliki 4 gelombang, sedangkan aku berada pada gelombang pertama. Menurut aku, Baitul Arqam adalah salah satu program Uhamka tentang pengenalan Uhamka itu sendiri, pengajaran tentang kemandirian dan kedisiplinan dalam diri, serta pengenalan mengenai keislaman. Pada program itu, banyak pengalaman yang aku dapat serta mengubah pemikiran aku soal islam dan bagaimana nantinya cara aku untuk menjadi mahasiswa yang sesungguhnya. Aku berharap dengan adanya tulisan ini bisa menggambarkan bagaimana program Baitul Arqam ini berjalan. 

Sebelum memulai program Baitul Arqam, para siswa diwajibkan mengerjakan tugas-tugas yang telah dibuat oleh panitia sebagai bentuk kesiapan diri menghadapi hari dimulainya Baitul Arqam. Tugasnya bermacam-macam yaitu menonton film mengenai Buya Hamka dan Kyai Haji Ahmad Dahlan yang terdapat dalam film Sang Pencerah. Tugas yang kedua adalah meresume tulisan yang terdapat dalam e-book yang didalamnya terdapat 5 materi dan 4 materi diantaranya diresume hingga 500 kata tiap materinya. Selanjutnya siswa diharapkan membuat tiktok dari salah satu materi di dalam e-book sebelumnya. Lalu siswa membuat poster berisi tentang profil tokoh, pesan, atau kisah inspiratif dari K.H. Ahmad Dahlan atau Buya Hamka. Tugas terakhir adalah memposting twibon yang telah di siapkan panitia. Setelah semua tugas telah selesai, siswa dapat mengikuti program Baitul Arqam yang diadakan di salah satu kampus Uhamka. 

Acara Baitul Arqam di mulai pada pagi hari tepatnya jam 8 pagi, namun semua siswa sudah ada di aula pada jam 7. Sebelum memasuki aula, para siswa di absen oleh kakak-kakak instruktur yang juga mengabsen semua kebutuhan yang dibawa. Setelah semuanya selesai, para siswa diharapkan berbaris sesuai kelompoknya masing-masing. Kelompok 1 diarahkan melalui tangga lalu dilanjutkan kelompok selanjutnya. Pada tangga tersebut para siswa diarahkan untuk menaiki tangga hingga lantai 6, dan lantai 6 adalah lantai paling ujung. Aku jadi berfikir, mungkin kita dikumpulkan pada jam 7 supaya kita semua dapat beristirahat sebentar. Setelah sampai di aula kita di sambut 2 host, mereka mengobrol dengan kami, membuat yel yel, serta melakukan hal seru lainnya sambil mengulur waktu hingga jam 8 pagi. Pada jam 8 tepat semua pemimpin Uhamka maupun pemimpin acara Baitul Arqam berjalan ke mimbar lalu duduk di depan mimbar dan mengucapkan kata sambutan. Setelah itu acara Baitul Arqam pun di mulai. Acara pembukaan Baitul Arqam berakhir, para siswa di arahkan ke ruang kelas masing masing sesuai lantai masing-masing juga. Aku diarahkan ke lantai 4 dan berada diruangan bertuliskan ‘Kelompok 8’. 

Didalam kelas, kita semua langsung duduk menempati tempat duduk yang ada. Setelah itu kami semua memperkenalkan diri kami masing-masing dengan cara kami masing-masing. Ruang kelas kami di pandu oleh kakak instruktur yang bernama Kak Cici. Setelah semuanya memperkenalkan diri kami masing masing Kak Cici memerintahkan kami untuk mendata hape kami pada selembar kertas, lalu hal yang kami takutkan pun terjadi. Handphone kami dikumpulkan. Kak Cici mengatakan hp itu akan dikembalikan setelah program Baitul Arqam berakhir, tepatnya pada hari minggu. Kami semua akhirnya protes, panik, dan yang paling penting memberitahukan kepada keluarga. Setelah hp kami terkumpul semuanya, Kak Cici membuka obrolan dengan bertanya terkait materi yang telah kita buat dalam resume, lalu beliau memerintahkan untuk mengumpulkan resume tersebut. Setelah itu Kak Cici membagi kelas kami menjadi 2 kelompok, lalu membagikan 1 lembar kertas karton kepada masing-masing kelompok, ternyata di kertas karton itu kami di perintahkan untuk membuat Mind-Mapping mengenai adab dan akhlak. Tak terasa waktupun telah mendekati adzan dzuhur, kamipun di perintahkan untuk mengambil air wudhu sambil mengerjakan tugasnya secara bergantian supaya tidak penuh. Di hari pertama, kami para wanita solat dzuhur dan ashar di dalam kelas. 

Setelah solat dzuhur selesai, kami semua di arahkan untuk turun ke lantai 2 tak lupa juga membawa tumbler untuk minum, disana kami disediakan makanan untuk dimakan. Setelah selesai makan, kami di arahkan untuk ke kelas kembali, sesampainya di kelas, kertas resume yang tadi dikumpulpun di kembalikan. Setelah itu, Kak Cici mengarahkan kami semua untuk aktif bertanya, belum selesai Kak Cici berbicara, seorang laki laki paruh bayapun memasuki kelas kami. Ternyata ia adalah pemateri yang akan menjelaskan materi berjudul ‘Islam Berkemajuan’. Setelah pemateri selesai memaparkan materi, kami juga sudah puas bertanya, tibalah waktu ashar. Sama seperti ketika solat dzuhur, para siswa diharapkan untuk berwudhu secara bergantian. Setelah solat ashar selesai, pemateri berikutnya pun masuk. Pemateri kedua berjenis kelamin wanita,
pada jam yang ngantuk itu, beliau mengubah suasananya menjadi seru dan super kritis, kami semua diperbolehkan bertanya mengenai apapun, bahkan kami boleh berdebat dengan beliau. Benar benar pemateri yang menyenangkan. 

Adzan magribpun dikumandangkan, dan para siswa di arahkan ke masjid untuk solat magrib disana. Setelah solat magrib, kelompok kami yaitu kelompok 8 berdiskusi mengenai pensi, yel yel, serta kelompok yang akan menyanyikan lagu ‘Hymne Muhammadiyah'. Setelah itu, 2 laki laki mengambil makan malam dan dibagikan pada kelompok masing masing. Setelah acara solat magrib dan makan malam selesai, para siswa di arahkan untuk kembali ke kelas masing-masing untuk melanjutkan materi, yaitu materi ‘Mengenal Buya Hamka dan K.H. Ahmad Dahlan'. Setelah 3 materi tersebut selesai, beserta membuat Mind Mappingnya. Kami diperintahkan untuk turun kebawah, disana kami diberitahu dimana kamar kami serta siapa saja teman sekamar kami. Setelah sampai kamar, aku dan teman-teman sekamarku kenalan, dan berbincang bincang, lalu kami memutuskan untuk mandi, dan tidur mengenakan pakaian olahraga. Hari Pertama Baitul Arqam pun berakhir. 

Hari Kedua baitul Arqam diawali dengan digedornya pintu kamar kami oleh kakak-kakak panitia pada pukul 02:30 untuk segera pergi ke masjid. Disana kami akan solat tahajud, kultum serta solat subuh. Setelah itu dilanjut dengan berkumpulnya kami di lapangan untuk  senam pagi, lalu dilanjut dengan ganti baju. Sebelum ganti baju, para siswa dibagikan sarapan dan diperbolehkan untuk sarapan terlebih dahulu. Setelah semua siswa mengganti bajunya, para siswa di arahkan untuk memasuki kelas. Disana semua siswa dites bacaan tayamum, tata cara wudhu serta do'anya, dan terakhir tata cara solat. Setelah tes bacaan selesai, dilanjut dengan solat dzuhur. Seperti kemarin, sehabis solat dzuhur para siswa diizinkan untuk makan siang. Setelah makan siang berakhir, para siswa di arahkan ke lantai 6 untuk melanjutkan materi yang belum diberikan, yaitu ‘Beribadah Sesuai Tuntunan Rasulullah' dan ‘Adab Mahasiswa Uhamka' bedanya materi kali ini dipaparkan didepan semua kelompok. Pembawaan materi tersebut di pisah dengan solat ashar. Setelah semua materi selesai, semua siswa berkumpul kembali di masjid untuk melaksanakan solat magrib, dilanjut dengan diskusi terkait pensi, lagu hymne, serta yel yel, tidak lupa dengan makan malamnya. Setelah semuanya siap, semua peserta dikumpulkan kembali di lantai 6, untuk mengikuti lomba yel yel,  menyanyikan ‘Hymne Muhammadiyah', dan terakhir adalah lomba pentas seni, kelompok kami membawakan pentas seni dengan tema 'Debat Presiden'. Setelah semua acara berakhir para siswa dibolehkan untuk kembali ke kamar masing masing. Hari kedua Baitul Arqam selesai. 

Pada hari ketiga Baitul Arqam, pagi hari berjalan seperti biasanya yaitu solat tahajud, kultum dan solat subuh. Dikarenakan hari ini adalah hari terakhir acara Baitul Arqam, para siswa langsung diarahkan untuk sudah berada di aula lantai 6 pada pukul 7. Sebelum acara dimulai, seperti pada acara pembukaan,  acara disambut oleh 2 host, namun kali ini hostnya merupakan kakak-kakak instruktur dari kelompok lain. Selagi mereka mengulur waktu hingga pukul 8, kami para siswa diperbolehkan untuk sarapan terlebih dahulu. Setelah sarapan, para pemimpin kampus berdatanga untuk menutup acara Baitul Arqam. Acara Baitul Arqam pun resmi selesai, para peserta diperbolehkan pulang kerumah masing masing, tak lupa handphone para siswa juga dikembalikan.




Comments